Kuliah spada

Listening and Speaking for Formal Setting

The listening and speaking for formal setting course trains students to use some listening strategies for comprehending English conversations. Besides, this course guides students to use correct and appropriate English expressions in conversations which take place in formal or business settings.


During the completion of this course, the students are able to:

1. Comprehend English Conversation

2. Make, accept, and refuse invitations in a business setting

3. Make and answer a phone call in a formal setting properly

4. Lead or conduct a classroom discussion (meeting)

5. Participate in a classroom discussion (meeting) using proper language functions of giving opinion, interrupting, agreeing and disagreeing

6. Create appropriate script for being a Master of Ceremony (MC) 

7. Become an effective MC with appropriate language functions and expressions (eye contact, posture, gesture).



Al-Firaq al-Islamiyah (Aliran Pemikiran Islam klasik dan kontemporer)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ahmad Hermawan,Lc.,M.A   Mohammad Rofiqi, S.S., M.Hum

               Ahmad Hermawan,Lc.,M.A   Mohammad Rofiqi,S.S., M.Hum

Dosen Pengampu MK Al-Firaq Al-Islamiyah (Aliran Pemikiran Islam Klasik dan Kontemporer) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 

HP/WA: 085310262683                                             HP/WA: 08170412943

email:   ahmad.hermawan@umy.ac.id.                  email: mohammadrofiqiuii@gmail.com

              ahmad.alcakrani@gmail.com

          SELAMAT BERGABUNG DENGAN KAMI DI KULIAH DARING

Nama Mata Kuliah           : Al-Firaq Al-Islamiyah (Aliran Pemikiran Islam Klasik dan Kontemporer)

Deskripsi Mata Kuliah      : Al-Firaq Al-Islamiyah (Aliran Pemikiran Islam Klasik dan Modern) (KPI  12), merupakan mata kuliah untuk menyiapkan mahasiswa agar mengetahui dan memahami fenomena polemik pemikiran teologi Islam di masa klasik dan kontemporer. Mata kuliah ini mempelajari tentang pokok-pokok ajaran Islam Ahlu Sunnah serta berbagai macam sekte Islam yang muncul pada era klasik dan kontemporer akibat pergolakan politik, pengaruh ajaran filsafat dan dinamika pemahaman keagamaan di tengah kehidupan masyarakat muslim dari masa-ke masa. Untuk mempelajari mata kuliah ini mahasiswa harus mampu berpikir kritis menghadapi permasalahan keagamaan dan mampu membandingkan berbagai pemikiran teologi keagamaan dengan basis pemikiran yang berlandaskan al-Qur’an dan As-Sunnah secara logis, dialogis dan komprehensif. Mata kuliah ini sangat penting untuk mendukung mata kuliah lainnya seperti : Aqidah Akhlak, Ilmu Dakwah, Sejarah Dakwah, Pemikiran dan Peradaban Islam, Ulumul Qur’an, Tafsir dan lainnya.


Hubungan Mata Kuliah dengan Kompetensi

Mata kuliah Al-Firaq Al-Islamiyah merupakan salah satu mata kuliah wajib yang ditujukan untuk mendukung pencapaian kompetensi utama bahwa Lulusan mampu mengetahui aliran-aliran pemikiran Islam di masa lalu dan saat ini sehingga memahami tantangan dakwah islam, dan mampu menghadapi fenomena keberagamaan umat. Disamping itu juga sebagai landasan untuk mencapai kompetensi lulusan yang mampu membandingakan, menganalisis, dan menyelesaikan problematika seputar aliran pemikiran agama yang tejadi di tengah kehidupan masyarakat berdasarkan ajaran al-Qur’an dan As-Sunnah.

Outcome Matakuliah

Peranan matakuliah al-Firaq al-Islamiyah dalam mendukung ketercapaian kompetensi utama dilakukan melalui keluaran/outcomes dari mata kuliah ini,yaitu Mampu memahami, membandingkan dan menganalisa berbagai  macam aliran Islam yang ada.

Ketercapaian kompetensi Hard skills dan Softskill melalui Mata Kuliah

Kompetensi hardskills yang diharapkan mata kuliah ini meliputi aspek kognitif dan kecakapan dalam berfikir serta aspek psikomotorik yang meliputi kemampuan menjelaskan, menelaah dan membandingkan  aliran-aliran pemikiran islam. Kompetensi softskills yang diharapkan dalam mata kuliah ini meliputi aspek kecakapan personal dan sosial, disiplin, ketelitian, keberanian mengungkapkan pendapat dan mengharagai pendapat orang lain serta kemampuan bekerjasama.


PETUNJUK MEMPELAJARI BAHAN AJAR

Pada setiap babak, akan ditampilkan Pendahuluan, Penyajian dan Penutup. Pendahuluan berisikan Gambaran umum materi, Relevansi dengan pengetahuan mahasiswa serta Capaian pembelajaran. Pada bagian Penyajian, mahasiswa mendapat kesempatan untuk mengakses Diktat kuliah dalam ppt atau pdf, video learning, link dll. Evaluasi dilakukan pada bagian penutup berupa quiz dalam bentuk computer based test. Hasil evaluasi langsung ditampilkan setelah mahasiswa selesai mengerjakan quiz.

 

PUSTAKA

1. Musthofa Ibn Muhammad Ibn Mustofa.,2003, Ushul wa Tarikh al-Firaq al-Islamiyah,t.p.

2. Muhammad Bakrim Babdillah., 1994, Wasathiyatu Ahlu Sunnah bainal Firaq, Dar Royah

3. Asy-Syahrastani., 2003, al-milal wa al-Nihal, terjemah Asywadi Syukur, Bina Ilmu

4. Nur Sayyid Santoso Kriesteva., 2004, Sejarah Teologi Islam dan Akar Pemikiran Ahlussunah Wal Jama’ah, Pustaka Pelajar

Berikut ini adalah Capaian pembelajaran materi Al-Firaq Al-Islamiyah


Berikut ini adalah peta Rancangan Pembelajaran :



RENCANA TAMPILAN BABAK I

 

BABAK I –  Ahlu Sunnah Wal Jamaah

 

Kompetensi :

Mahasiswa mampu menjelaskan pokok -pokok ajaran Ahlu Sunnah wal Jamaah beserta ciri-ciri ajaranya

 

Pengantar :

 

Ajaran Islam Ahlu Sunnah wal-Jama’ah merupakan pondasi utama dari ajaran Islam  yang diajarkan Rasulullah SAW sesuai dengan prinsip dasar al-Qur’an dan As-Sunnah. Pemahaman terhadap pokok-pokok ajaran Ahlu Sunnah menjadi basis utama  dalam mempelajari aliran-aliran Islam yang muncul kemudian.

 

Pokok-pokok ajaran Ahlu Sunnah wal Jamaah akan dipelajari pada babak I ini. Materi pertama akan membahas Pokok-pokok ajaran Islam dan penjelasan konsep “Ahlus Sunnah wa al-Jama’ah” secara normatif dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadits Nabi, Penjelasan tentang hadits-hadits “sekte” (73 golongan) dan  Kritik atas metodologi sekte-sekte menyimpang. Mahasiswa dapat mempelajari materi berupa file pdf maupun video yang disediakan. Setelah mempelajari materi ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan pokok-pokok ajaran Ahlu Sunnah wal Jamaah serta melakukan Analisis kritis terhadap sekte-sekte yang ada di masyarakat.

 

 Untuk mengukur capaian kompetensi mahasiswa pada babak I ini, diberikan tugas dan ujian kompetensi


RENCANA TAMPILAN BABAK II

 

BABAK II – Imamah dan Khilafah

 

Kompetensi :

Mahasiswa mampu menjelaskan konsep imamah dan khilafah selanjutnya menelaah ajaran sekte-sekte terkait dan membandingkan paham masing-masing kelompok dari Syiah, Khawarij dan Murji’ah

 

Pengantar :

Imamah dan Khilafah merupakan konsep kepemimpinan yang ada dalam Islam sebagai pengganti dan penerus dari misi risalah Nabi Muhammad SAW yang mengatur kehidupan agama dan politik umat. Polemik Imamah dan khilafah itulah yang kemudian menjadi sebab munculnya sekte-sekte Islam di masa Khalifah Ali bin Abi Thalib. Atas dasar itu perlu dipelajari konsep Imamah dan Khilafah itu sebagai dampak munculya sekte-sekte dalam Islam.

 

Pemahaman konsep Imamah dan khilafah, dipelajari pada babak II ini. Pemahaman tentang konsep imamah dan khilafah ini dipelajari dalam dua tahap. Materi pertama adalah Mendudukan masalah “imamah” dan “khilafah” dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadist dan dampaknya terhadap munculnya sekte-sekte teologi dalam Islam. Mahasiswa dipersilahkan mempelajari materi berupa file pdf maupun file video. Setelah mempelajari materi ini diharapkan mahasiswa mampu melakukan pemahaan pada konsep imamah dan khilafah.

 

Materi kedua pada babak ini adalah Mendudukan masalah “imamah” dan “khilafah” dalam perspektif Syiah, khawarij dan Murji’ah disediakan berupa file pdf, contoh kasus dan video. Setelah mempelajari materi ini diharapkan mahasiswa mampu melakukan pemahaman konsep khilafah dalam perspektif syiah, khawarij dan Murji’ah.

 

Capaian kompetensi mahasiswa pada babak II ini diukur dengan nilai tugas dan ujian kompetensi.


RENCANA TAMPILAN BABAK III

 

BABAK III – Aliran Teologi Islam Berbasis Pemikiran Filsafat

 

Kompetensi:

Mahasiswa mampu menjelaskan aliran teologi berbasis pemikiran  filsafat keagamaan, seanjutnya menelaah basis pemikirannya serta membandingkan masing-masing kelompok yang terkait dari Muktazilah, Asy’ariyah dan Maturidiyah.

Pengantar :

 

Aliran teologi berbasis pemikiran dan keagamaan merupakan aliran yang mucul dalam Islam akibat masuk pengaruh luar yang masuk dalam pemahaman terhadap nas-nas keagamaan. Atas dasar itu perlu dipelajari aliran-aliran yang muncul akibat hal itu.

 

Materi yang akan dipelajari pada bab III ini adalah masalah-masalah kontroversial terkait pemikiran Muktazilah, Asyariyah  Maturidiyah. Ragam pemikiran keagamaan itu selanjutnya dianalisa sesuai kaidah ajaran ahlu Sunnah wal jamaah dengan panduan pada al-Qur’an dan as-Sunnah yang dipahami para salafu shalih.

 

Capaian kompetensi mahasiswa pada babak III ini diukur dengan nilai tugas dan ujian kompetensi.


RENCANA TAMPILAN BABAK IV

BABAK IV – SINTESA ALIRAN ISLAM SEMPALAN KONTEMPORER

 

Kompetensi :

Mahasiswa mampu menelaah fenomena munculnya aliran sempalan Kontemporer secara kritis dan membandingkanya satu sama lain dari kelompok Ahmadiyah, LDII, dan NII.

Pengantar :

Setelah dapat melakukan Analisa berbagai aliran-aliran Islam di masa klasik , para mahasiswa diharapkan bisa melakukan sintesa pada aliran-aliran Islam sempalan kontemporer . Di babak ini akan dipelajari tentang sintesa beberapa aliran Islam sempalan Kontemporer yang ada di Indonesia.

Materi pertama pada babak IV ini adalah memahami aliran Islam sempalan pada kelompok Ahmadiyah, dilanjutkan aliran Islam sempalan pada kelompok LDII. Kemudian dipelajari kelompok aliran NII (darul Islam). Setelah mempelajari materi tersebut mahasiswa diharapkan dapat mensintesa beberapa aliran tersebut dengan cara membandingkan dan menelaahnya sesuai prinsip ajaran pokok Ahlu Sunnah wal jamaah.

Capaian kompetensi mahasiswa pada babak IV ini diukur dengan nilai tugas dan ujian kompetensi.